Tips Mengemas Barang Supaya Aman Saat Dikirim

Pernahkan anda memesan sebuah barang dan tiba dalam keadaan rusak? Hmm pasti sangat mengecewakan bukan. Barang yang kita tunggu-tunggu rusak karena packing yang kurang aman. Oleh karena itu kita harus mengatur pengemasan barang seaman mungkin sesuai dengan jenisnya. Lalu seperti apa packing barang yang benar?

Ketahui jenis barang yang akan dikirim.

Cara mengemas barang sebenarnya tidak sulit, asalkan kita mengetahui karakteristik barang dan jenis bahan packing yang cocok. Karakteristik barang dilihat dari bahan pembentuknya, apakah kain, kertas, kaca, ataupun plastic biasa. Anda juga harus bisa mengenali apakah barang mudah pecah, perlu penanganan khusus, atau sulit diangkat.

Memilih bahan packing yang tepat.

Apabila barang yang akan dikirimkan berupa dokumen, surat-surat, kartu, majalah, ataupun buku dapat dipacking menggunakan amplop ataupun pembungkus biasa. Beda halnya dengan barang elektronik, makanan, ataupun kosmetik, tidak hanya menggunakan amplop biasa.

Umumnya kardus digunakan untuk mengemas berbagai jenis barang, dari yang berukuran kecil hingga besar. Saat ini kardus tersedia dalam berbagai macam ukuran dan bentuk, anda tinggal menyesuaikan ukuran yang pas. Misalnya untuk kado wisuda dapat menggunakan kardus kotak sedang dengan tinggi kurang dari 10 cm, sedangkan untuk packing makanan ringan gunakanlah kardus box biasa.

Jika anda berencana mengirim beberapa barang dalam satu kardus, gunakan potongan-potongan kardus sebagai pemisah antar barang. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi gesekan antar barang sehingga kemungkinan barang saling terjepit selama pengiriman dapat diminimalisir. 

Jika anda akan mengemas bahan kain seperti kerudung, pakaian, alat sholat dan lainnya, anda dapat menggunakan plastic. Bahan kain tidak mudah pecah maupun retak karena benturan, oleh karena itu packing dengan bahan plastic seperti kantung plastic hitam sudah cukup aman.

Gunakan tambahan packing .

Sebagai langkah preventif tambahkan bahan packing untuk barang-barang tertentu. Bahan yang paling sering anda temui diantaranya bubble wrap, sterofoam, dan kayu.

Bubble wrap seringkali digunakan untuk tambahan packing, bahan ini mudah dicari dan mampu menahan tekanan dari luar sehingga mengurangi timbulnya kerusakan. Disamping itu bubble wrap memiliki sifat kedap air untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

Bahan styrofoam cocok digunakan sebagai tambahan packing untuk barang pecah belah, keramik, parfum, sepatu, hingga barang elektronik kecil. Lapisan styrofoam cukup keras sehingga dapat melindungi barang dari tekanan besar. Namun kemasan styrofoam dinilai kurang ramah lingkungan, gunakan kembali styrofoam bekas pakai jika anda ingin mengirim barang.

Bahan packing paling kuat yaitu kayu. Bahan ini digunakan sebagai pelindung terluar untuk benda-benda yang memiliki nilai tinggi seperti barang antik, barang elektronik berukuran besar, perhiasan, barang pecah belah, dan lainnya. Namun packing kayu akan menambah berat barang, akibatnya biaya antar pun menjadi lebih besar.

Mengemas barang dengan rapi.

Langkah terakhir dalam proses packing yaitu mengemas barang dengan rapi. Pastikan bahan packing terpasang dengan baik dan tidak menimbulkan lekukan. Tulis alamat penerima dengan jelas dan tempelkan di bagian yang mudah terbaca. Barang siap dikirimkan!

Gunakanlah jasa pengiriman barang termurah.

Bila anda mencari jasa pengiriman barang termurah yang mampu mengirimkan paket ke berbagai wilayah Indonesia, Almani Express jagonya. Ekspedisi bandung siap jemput Almani Express melayani pemesanan melalui customer service, sangat praktis dan tentunya memudahkan anda.

Gunakan jasa pengiriman barang termurah Almani Express yang berpengalam dalam bidang ekspedisi, siap mengantar paket anda hingga ke tujuan. Kontak via Whatsapp 6281221737345 untuk info selengkapnya.

2 thoughts on “Tips Mengemas Barang Supaya Aman Saat Dikirim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *